Kepada Yang Terhormat Bapak Joko Widodo

September 2015

Kepada Yang Terhormat Bapak Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia

Istana Merdeka
Jakarta Pusat 10110, Indonesia

CC: General Badrodin Haiti, Kepala Polisi RI

Bapak Presiden Joko Widodo Yang Terhormat,

Kami, International Partnership Mission for Indonesia (IPMI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), mendesak Anda untuk memerintahkan investigasi komprehensif terhadap kasus pembunuhan wartawan Muhammad Syafruddin (Udin).

Udin, wartawan surat kabar harian Bernas di Yogyakarta, diserang oleh dua orang di depan rumahnya pada tanggal 13 Agustus 1996. Dia meninggal tiga hari kemudian karena luka parah. Investigasi polisi pada awalnya berfokus pada dugaan adanya perselingkuhan yang kemudian terbukti salah.

Investigasi independen yang dilakukan oleh beberapa lembaga termasuk AJI menemukan bukti bahwa pembunuhan itu berkaitan dengan laporan Udin tentang korupsi dan pemilihan bupati. Pada Desember 2014, IPMI mengeluarkan rekomendasi tentang kebebasan berekspresi di Indonesia, termasuk perlunya pemerintah Indonesia membuka kembali investigasi pembunuhan Udin dan mengalokasikan sumber daya untuk mengidentifikasi dan menghukum pembunuh Udin.

Meskipun Pengadilan Negeri Sleman memutuskan bahwa Kasus Udin masih terbuka, masih ada tanda-tanda kemajuan atau indikasi bahwa pemerintah menyadari kasus ini sebagai prioritas.

Kekerasan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran terhadap hak berekspresi dan impunit. as bagi pembunuhan terhadap jurnalismengancam demokrasi Indonesia. Sembilan belas tahun lalu, pembunuhan Udin yang tidak terkuak membuat posisi Indonesia dalam HAM dipertanyakan. Ketidaktegasan pemerintah akan melanggengkan impunitas dan dalam Kasus Udin, hal ini telah membuat keluargan teman, dan kolega dalam posisi tanpa keadilan selama hampir dua dasarawarsa.

Kasus Udin yang tidak teratasi bukanlah kasus tunggal, namun juga merefleksikan budaya impunitas terhadap kekerasan terhadap jurnalis secara lebih luas.

IPMI merasa perlu untuk mengulang sekali lagi bahwa Indonesia memilikikewajiban di bawah The International Covenant on Civil and Political Rights untuk menyidik Kasus Udin dengan baik, dan melindungi hak jurnalis untuk melakukan tugasnya dengan aman. Kami mendesak Anda untuk menekan Polisi Republik Indonesia untuk memulai penyidikan terhadap pembunuh Udin. Kami juga mendesak pemerintah Indonesia untuk menginvestigasi kesalahan penanganan dalam investigasi sebelumnya seperti diatur oleh Mahkamah Konstitusi.

Rekomendasi lengkap bagi perlindungan kebebasan berekspresi di Indonesia bisa ditemukan di bawah ini>

[ARTICLE 19, Committee to Protect Journalists,
Center for Law and Democracy, International Federation of Journalists, International Media Support, Southeast Asian Press Alliance]
Yang menandatangani:

ARTICLE

Committee to Protect Journalists
Centre for Law and Democracy
International Federation of Journalists
International Media Support
Southeast Asian Press Alliance
Open Society Foundations
Tifa Foundation
LBH Pers Indonesia Network

Posted in Berita, Opini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *