AJI Bengkulu Gelar Konferta Pertama

KonfertaBENGKULU – Aliansi Jurnalis Independet (AJI) Bengkulu menggelar konfrensi Kota (Konferta) pertama untuk memilih pengurus AJI Bengkulu periode 2015 – 2018, sabtu 16 Mei 2015 di kedai Nusantara, Bengkulu.

Konferta diawali dengan pemilihan ketua dan sekertaris AJI yang dihadiri 11 orang dari 18 anggota AJI Bengkulu. Dalam sidang yang dipimpin ketua sidang Demon Fajri dan Phesi Ester Yulikawati tersebut memutuskan Dedek Hendry yang selama ini menjabat Plt Ketua AJI Bengkulu sebagai Ketua dan Phesi Ester Yulikawati sebagai sekertaris.

Ketua AJI Bengkulu Terpilih Dedek Hendry mengatakan tugas kepengurusan AJI Bengkulu kedepannya semakin berat seiring tantangan dunia jurnalistik yang semakin kuat.

“Terima kasih atas dukungannya dan kepercayaan teman-teman anggota AJI. Kalau tidak ada dukungan dari kita semua, gerakan kebebasan berekspresi dan kebebasan pers akan lemah,” kata Dedek.

Menurut dia AJI pertama kali digagas oleh sejumlah wartawan baik cetak dan elektronik di Kota Bengkulu sejak 2011. Baru dideklarasikan sebagai AJI Persiapanpada April tahun lalu dan memilih Dedek Hendry sebagai Plt Ketua AJI Bengkulu.  AJI kemudian  disahkan melalui Kongres IX pada 28 November di Bukit Tinggi, Padang menjadi AJI Kota.

Senada dengan itu, Phesi Ester julikawati juga mengatakan kepengurusan AJI Bengkulu ini adalah yang pertama.

“Kerja ini bukan kerja berdua tetapi semuanya kerja AJI dan kedepannya semakin sulit.  Tinggalkan ego-ego media ini dan itu. Intinya kita semua ingin membesarkan AJI kota Bengkulu,” katanya.

Sementara itu  Wakil Korwil Sumatera AJI Indo Hendra Makmur mengatakan sesuai AD/RT AJI tugas pokok AJI Bengkulu juga memperjuangkan trilogi perjuangan AJI yakni kebebasan pers, profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis.

“AJI Bengkulu melengkapi cabang AJI wilayah sumatera, nanti akan ditemukan benang merahnya untuk semua kegiatan AJI,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Bidang Perempuan dan Kelompok Marginal AJI Indonesia Hesthi Murthi yang meminta AJI Bengkulu tidak melupakan tiga pokok perjuangan AJI.

“Karena tiga hal itu menjadi arah kebijakan AJI  terutama kesejahteraan perempuan. AJI Bengkulu juga membuka Jaringan-jaringan yang mendukung kebebaan pers, melakukan advokasi  kelompok-kelompok seperti perempun, anak dan marginal,” pungkasnya. (cia)

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *