DISULAP, LIMBAH KAYU KOPI HIDUP LAGI

kopi-aji-1DISULAP, LIMBAH KAYU KOPI HIDUP LAGI
KOPI-AJI 1

 

 

kopi-aji-1

Perupa dengan media batang kopi, saat tengah mengerjakan karyanya.

Kopi. Siapa pun orang pasti mengenal kopi. Bahkan sebagian diantaranya penikmat sejati minuman ini.

KOPI adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Di Indonesia, kopi merupakan salah satu minuman yang biasanya dijadikan sebagai minuman saji untuk tamu.

Tapi ada juga sebagian orang memposisikan kopi sebagai minuman harian. Maksudnya sebagai minuman penyambut pagi dan teman membaca surat kabar sebelum melakukan aktivitas sehari-hari. Ada juga sebagai minuman penyambut petang atau malam.

Konon, tanaman kopi sendiri bermula dari negara Afrika. Lalu menyebar ke negeri Arab, Eropa hingga akhirnya ada di Indonesia. Pada umumnya tanaman kopi menjadi tanaman primadona di negeri-negeri tropis.

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya dua jenis varietas utama yang terkenal. Yaitu Kopi Arabika (Coffee Arabica) dan Robusta (Coffee Robusta). Masing-masing jenis kopi itu memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri.

Kopi dikenal memiliki kadar kafein paling tinggi yakni sebesar 85 miligram (mg) dibanding jenis minuman lainnya seperti the atau minuman berkarbon lainnya. Kendati demikian kopi memiliki khasiat bagi kesehatan dan kecantikan.

Diantaranya dapat mencegah timbulnya penyakit jantung atau stroke. Mencegah penyakit kanker dan diabetes, mencegah risiko kanker mulut dan melindungi gigi, serta mengurangi rasa sakit kepala. Bisa juga berkhasiat sebagai pembangkit stamina dan energi ekstra serta mengatasi perubahan suasana hati dan depresi.

Begitulah Kopi. Minuman kental dengan warna hitam kental atau kecoklatan yang memiliki aroma khas. Seiring perkembangan zaman, kopi pun saat ini beragam variannya karena dari pengolahannya pun beragam.

Varian kopi itu sendiri diantaranya mocca, cappucino, latte, espresso, tubruk, luwak dan masih banyak lainnya. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, produsen minuman kemasan saling berlomba memproduksi minuman kopi.

KOPI-AJI
Siapa sangka dari limbah batang kopi bisa menghasilkan sebuah karya kreatif.

Tapi kita tidak perlu mengupas lebih jauh dan lebih dalam mengenai minuman kopi. Karena kita sudah sama-sama tahu bahwa minum Kopi memang nikmat. Ada satu hal yang menjadi pertanyaan untuk kalian (pembaca).

Pernahkah berpikir walau selintas, bahwa dibalik nikmatnya minum kopi, ada sebuah bahkan banyak keunikan dan keindahan yang sangat luar biasa. Tepatnya pada batang dan akar.

Percaya atau tidak, di batang dan akar tanaman kopi itu ada sebuah karya seni yang memukau Anda. Dan, pernahkah Anda melihat karya seni yang tersimpan dibalik kulit batang serta akar tanaman kopi itu? Nah, sebuah karya seni yang tersimpan di batang dan akar kopi itu ternyata bisa dibuktikan loh.

Adalah Akhmad Syahrani. Ia merupakan sosok yang mengungkap keunikan dan keindahan pada batang dan akar kopi. Ditangan lelaki yang juga berstatus sebagai perupa (seniman rupa) ini pohon kopi mulai dari akar, batang dan dahan, diolah menjadi karya rupa yang berkarakter dan memiliki nilai seni tinggi.

“Mulanya saya terinspirasi saat melihat tumpukan kayu di pinggir jalan atau di kebun-kebun yang baru dibersihkan. Bahkan ada kayu yang saya ambil dari tumpukan sampah, lalu saya olah. Hasilnya pun, ya, kata orang indah. Bagi saya, Allah SWT itu tidak menciptakan sesuatu yang mubazir,” tuturnya dengan tersipu.

Mungkin bagi Ranix, sapaan pria kelahiran 1974 itu, bukan orang pertama yang bermain karya rupa dari batang ataupun akar. Begitu juga, bagi pria satu anak itu bukan orang pertama membuat karya rupa dari batang dan akar tanaman kopi.

Tapi bagi Ranix, karya rupa yang dihasilkan tetap berbeda dari karya perupa yang sudah ada. Di tangan pria asal suku Lembak itu, batang dan akar kopi itu disulap menjadi sebuah karya seni rupa dengan tetap mempertahankan sifat natural dari batang atau akar tanaman kopi itu.

“Saya tidak mengubah bentuknya dengan memahat atau mengukirnya. Saya cuma berupaya menjadikan batang atau akar tanaman kopi yang mati itu ‘dihidupkan kembali’. Makanya saya tetap mempertahankan keaslian bentuk. Karena basis saya pelukis, teknis pengolahan kayu itu tetap saya lukis,” kata Ranix.

Ia membeberkan, selain bermain di kayu kopi, ada beberapa jenis kayu yang juga ‘disulapnya’ menjadi karya rupa sesuai dengan kelasnya. Diantaranya kayu Pohon Terong, kayu pohon res. Di tangan pria berperawakan kurus ini, kayu batang terong yang sudah tak produktif itu dibuat menjadi sebuah kriya dan handycraft berupa gantungan kunci.

“Sama halnya dengan kayu kopi. Kayu pohon terong itu selama ini dianggap masyarakat sebagai limbah. Tapi bagi saya, atas izin-Nya, tidak ada yang tidak mungkin ‘dihidupkan’ menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat,” sambungnya sembari menyalakan sebatang rokok.

Hanya saja, apa yang sudah dikaryakan Ranix selama hampir dua tahun ini hanya mampu menjadikan beberapa karya. Pria yang melukis dipermukaan kayu ini mengerjakannya di dapur seninya di Jalan Jenderal Sudirman Tempel Rejo Curup Selatan (dekat gapura perbatasan Kepahiang – Rejang Lebong).

Ia pun mengaku belum bisa mengekspose karya-karyanya secara terang-terangan karena terkendala keterbatasan segala sesuatu. Karena itu ia hanya mampu mengerjakannya perlahan namun pasti.

“Dalam berproses, saya dibantu beberapa teman. Itu pun dengan peralatan seadanya. Tapi saya tetap yakin dan optimisatas apa yang saya lakukan ini. Bahkan saya dengan rekan saya, kedepannya berniat akan mendirikan sebuah sanggar seni rupa,” demikian pungkas Ranix didampingi rekannya Aji.(AJI ASMUNI)

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *